Bahaya Dibalik Waktu Makan yang Tidak Teratur

Bahaya Dibalik Waktu Makan yang Tidak Teratur

Bahaya Dibalik Waktu Makan yang Tidak Teratur
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa makan tidak teratur adalah hal yang biasa. Namun, Anda harus baca fakta ini dulu sebelum terlambat.
                               

            Makan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi yang kedudukannya tidak dapat digantikan. Oleh karenanya, ada banyak sekali aturan yang penting untuk diperhatikan sehingga dapat mendatangkan kebaikaan bagi tubuh. Namun, di era modern ini, kesibukan akibat persaingan yang semakin ketat telah menyita perhatian orang. Pola makan sehat yang seharusnya dijalankan, kini menjadi terabaikan.
            Pergeseran pola makan menuju ke arah yang lebih buruk sangatlah merugikan kesehatan. Dari yang biasanya makan makanan yang sehat atau biasa memasak sendiri makanan di rumah, karena kesibukan semua orang menginginkan yang praktis. Sehingga mereka lebih suka makan makanan cepat saji untuk menghemat waktu mereka. Padahal, makanan cepat saji membawa pengaruh buruk bagi tubuh.
            Sebenarnya, makanan cepat saji ini hadir agar orang dapat mempersingkat waktu makan mereka. Tapi, lama-kelamaan kebiasaan ini sudah menjadi gaya hidup baru di kalangan umum. Jika sudah begini, maka akan sulit mengubahnya kembali. Mengingat kebiasaan ini adalah kebiasaan yang kurang baik.
            Pergeseran pola makan tidak hanya terjadi terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Tetapi, waktu makan juga mengalami perubahan. Waktu makan yang semakin tidak teratur juga memiliki penyebab yang sama. Lagi-lagi kesibukan yang menjadi alasan utama. Padahal, kalau kita tahu, ternyata waktu makan yang tidak teratur ini juga dapat menimbulkan penyakit yang tidak kalah berbahaya.
            Mungkin selama ini kita menanggap bahwa makan yang tidak teratur adalah suatu hal yang sudah biasa dan tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan. Anggapan tersebut sepenuhnya salah. Karena sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa beberapa penyakit berbahaya disebabkan karena tidak teraturnya waktu makan.
            Makan tidak teratur telah membuka peluang baru bagi beragam penyakit, salah satu yang langsung berdampak adalah mag. Sepintas, mungkin kita lebih menganggap mag sebagai suatu gangguan dan kehadirannya dapat diatasi dengan mudah. Asumsi yang seperti haruslah dibuang jauh-jauh. Memang benar, mag dapat dengan mudah dituntaskan. Banyak tersedia obat pereda rasa sakit mag di toko-toko terdekat. Tetapi, jika kondisi ini dibiarkan lebih jauh lagi, maka bukan tidak mungkin permasalahan lainnya ikut muncul.
            Seperti yang kita tahu, bahwa lambung menghasilkan getah yang mengandung HCL. Getah lambung ini memiliki banyak fungsi yang salah satunya untuk mengawali pencernaan secara kimiawi dalam perut. Jumlah getah lambung yang diproduksi setiap waktu tidaklah sama. Produksi akan meningkat ketika memasuki waktu makan.
            Jika seseorang telat makan, getah lambung tetap diproduksi pada saat itu juga. Artinya, saat konsentrasi getah lambung tinggi, perut dalam keadaan kosong. Kondisi seperti inilah yang akan membuat lambung mengalami iritasi. Jika dibiarkan terus berulang dalam kurun waktu tertentu, dampak yang lebih jauh akan menimbulkan peradangan. Jika sudah begini, seseorang harus melakukan diet ketat seumur hidup.
            Hal lain yang wajib diketahui tentang makan tidak teratur adalah bukan hanya mengarah pada waktu, tetapi juga porsi makan yang kerap berubah-ubah setiap waktu. Karena, porsi makan yang tidak teratur dapat mengundang penyakit yang sulit disembuhkan, atau mungkin mustahil. Obesitas, diabetes, dan penyakit jantung adalah deretan penyakit yang gemar menghinggapi orang yang memiliki porsi makan tidak teratur. Ini lebih disebabkan karena asupan nutrisi yang tidak seimbang. Kondisi ini dapat mengacaukan sistem dan mekanisme metabolic dalam tubuh.
            Sebenarnya, bukan masalah yang besar jika kebiasaan makan yang tidak teratur hanya terjadi sesekali saja. Asalkan selalu diusahakan agar kebiasaan makan yang baik tetap dilakukan, penyakit-penyakit tersebut enggan muncul. Untuk membiasakannya mungkin perlu waktu dan pengorbanan, tetapi apa salahnya jika seseorang ingin memberikan yang terbaik untuk tubuhnya agar tetap sehat.


sumber